Home » » Panduan Polisi Tentang Memilih Motor Bekas / Second

Panduan Polisi Tentang Memilih Motor Bekas / Second

Panduan Polisi Tentang Memilih Motor Bekas / Second...
Kendaraan sepeda motor sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki siapa saja untuk menemani beraktifitas sehari-hari. Memiliki kendaraan bagus dan terbaik tentunya dambaan semua orang. Tentunya pilihan tepat adalah dengan membeli motor baru melalui dealer atau showroom resmi. Namun pada kenyataannya terkadang yang baru tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ada pilihan lain buat anda memiliki motor bagus dan sesuai dengan kesukaan kita yaitu dengan kendaaraan yang pernah dimiliki orang alias motor bekas / second.

Perlu kehati-hatian bagi anda yang bermaksud akan membeli motor bekas, sebab tidak sedikit yang berharap keutungan dari pembelian tersebut, malah mendapat kerugian karena berbagai sebab yang terjadi.

Informasi pada tulisan di bawah merupakan panduan Polisi dalam hal tips memilih motor second yang baik disampaikan melalui Divisi Humas Polri  :

1. Meneliti harga pasaran motor
Sebelum kamu melaksanakan pencarian motor second yg dapat kamu beli, sebaiknya jalankan teliti harga motor di pasaran lebih-lebih dulu baik dari koran, majalah atau bisa saja mampu pula dari menu pabrikan di website online bakul motor.

2. Meneliti no rangka serta mesin motor
Mengecek nomer rangka & mesin motor, dulu sesuaikan dgn no rangka dan nomer mesin yg tertera terhadap STNK ataupun BPKB. Seandainya sama belum pasti motor tersebut ori, Perhatikan lebih terang apa nomer rangka dan mesin motor merupakan original & bukan ketokan kasar (biasa bakul atau penadah motor curian mengubah no rangka serta mesin secara di ketok)
Teliti no polisi ke SMS pelayanan Polisi. caranya : ketik : Metro (spasi) no polisi. Sampel : Metro B8118HJ Kirim ke 1717 (Cuma utk wilayah Jakarta)
Atau utk wilayah jatim, mari kamu ketik : Jawa Timur L4444LY kirim ke 1717. Kamu dapat langsung dikirimi balasannya.

3. Meneliti kondisi fisik motor
Memeriksa kondisi bodi, spion, baut, serta lain sebagainya, apa nampak bnyk goresan, kondisi retak maupun pecah. Usahakan pula dapat lebih baik jikalau seluruhnya yg menempel kepada motor ialah parts orisinil.

4. Meneliti kondisi oli motor
Usahakan buka & ukur oli yg tersedia di dalam mesin. Pastikan ukuran oli enggak berlebihan, sebab oli yg berlebih dapat menciptakan nada mesin jadi lebih halus, sehingga akan menyembunyikan nada ori motor yg bisa jadi berbunyi kasar atau berisik.

5. Teliti speedometer
Pastikan supaya ga ada retak atau adanya seken pembongkaran. Saksikan jumlah berapa kilometer yg sudah ditempuh oleh motor tersebut. Apabila di atas 20.000 kilometer maka bakal dijamin bakal bnyk sekali komponen mesin yg bakal langsung Kamu ditukar. Pastinya bakal membutuhkan biaya yg enggak sedikit.

6. Mendengarkan bunyi mesin motor
Cobalah hidupkan mesin motor tersebut, apa mampu stationer atau langsam. Sebab kondisi kepada mesin yg nggak bermasalah mampu langsam kepada putaran sekitar 1.500 rpm. Dan pastikan pula bahwa tak ada bunyi-bunyian yg kasar di dalam mesin.

7. Meneliti perpindahan gigi
Jalankan kendaraan & lalu perhatikan posisi perpindahan gigi apa terasa susah atau enggak. Seandainya terasa susah berarti menandakan kampas kopling motor tersebut dapat serta-merta habis. Satu lagi yg butuh diperhatikan pun yakni, seandainya terdengar nada mendesir kepada disaat motor berjalan. Bisa Jadi gede gigi primer dari motor tersebut dapat serta-merta habis.

8. Meneliti rangka atau sasis motor
Perhatikan kelurusan roda motor depan serta belakang, serta pastikan bahwa rangka atau sasis motor tersebut tiada kebengkokkan. Melakukan kira kira 40km/jam & tekan rem sedikit mendadak buat pastikan motor enggak susah dikendalikan. Faktor ini bermanfaat buat mendeteksi lurusnya sasis serta poros setang atau setir.

9. Meneliti kebocoran mesin motor
Usahakan Kamu mampu coba laksanakan motor lebih lama, serta sesudah motor dijalankan kira kira lebih kurang 500meter. Perhatikan apa nampak adanya oli yg bocor lewat sela-sela mesin. Atau adanya air radiator bocor bagi motor yg memanfaatkan radiator.

10. Meneliti kondisi kelistrikan motor
Memeriksa pula kelistrikan & lampu-lampu sama seperti lampu motor depan, lampu sein, lampu rem belakang, klakson, lampu speedometer, atau elektrik stater motor. Jikalau seluruhnya berfungsi atau hidup, berarti tdk datang kerusakan kepada komponen & kondisi aki motor tak ada permasalahan.

11. Meneliti kondisi roda
Jalankan kontrol pada kondisi Roda. Gimana kelurusan antara roda depan dgn roda belakang, perihal ini buat meyakinkan bahwa chasis atau rangka tak membengkok,motor yg mengalami jatuh atau benturan keras dapat menyebabkan kebengkokan kepada chasis.

12. Apabila dapat coba test ride
Mintalah pada si penjual biar kamu melakukan test ride mencoba mengendarai motor tersebut. Kamu pasti bakal mampu merasakan apa motor tersebut hadir kelainan atau enggak terhadap handling atau terhadap akselerasinya, dll.

Demikian diantara tata cara memilih motor second / bekas yang dapat dilakukan siapa saja. Janganlah lupa sesuaikan harga yg ditawarkan oleh si penjual sesuai dengan pasaran harga motor yang berlaku; anda dapat melihat pasaran harga Suzuki bekas, Yamaha bekas, Honda bekas dan lainnya melalui internet, sesuaikan pula harga dengan kondisi motor agar suatu saat nanti kalau ingin menjual lagi motor tersebut tidak merugi.
Perlu diingat bahwa setiap motor / kendaraan pastinya mempunyai kelebihan & kekurangan masing-masing.